Artikel Terbaru :
Home » » AYAT-AYAT MUAMALAH DAN IBADAH DALAM AL-QUR’AN

AYAT-AYAT MUAMALAH DAN IBADAH DALAM AL-QUR’AN

Written By Ibnu Soim on Selasa, 19 Juni 2012 | Selasa, Juni 19, 2012



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
      Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlepas dengan muamalah, adapun mumalah sendiri itu sudah melekat pada diri setiap manusia yang hidup dibumi ini. Muamalah sendiri itu banyak sekali cakupannya (seperti haji, sholat, zakat, dan lain sebagainya). Setiap orang muslim pasti sudah pernah melakukan sholat, ibadah haji, ibadah melakukan zakat dan lain sebagainya. Maka dari pada itu disini saya sedikit akan menbahas masalah tersebut.
Dalam pertemuan kali ini, saya akan menjelaskan tentang tugas mandiri yang diberikan dosen kepada penulis yang berjudul “Ayat-ayat Muamalah dan Ibadah Dalam Al-Qur’an” dimana disini akan dijelaskan secara singkat dan ringkas tentang ayat-ayat muamalah dan ibadah dalam Al-Qur’an tersebut.


BAB II
PEMBAHASAN
AYAT-AYAT MUAMALAH DAN IBADAH DALAM AL-QUR’AN


A.    PENGERTIAN MUAMALAH
Muamalah berasal dari kata al-‘amalu yang merupakan istilah yang digunakan untuk mengungkapkan semua perbuatan yang dikehendaki mukallaf. Muamalah mengikuti pola muqo’alah yang bermakna bergaul. Menurut bahasa muamalah adalah istilah yang digunakan untuk permasalahan selain ibadah. Ibadah wajib berpedoman pada sumber ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, yaitu harus ada  contoh (tatacara dan praktek) dari Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini antara lain meliputi shalat, zakat, puasa, dan haji. Sedangkan masalah mu’amalah (hubungan kita dengan sesama manusia dan lingkungan), masalah-masalah dunia, seperti makan dan minum, pendidikan, organisasi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan pada prinsip selama tidak ada larangan yang tegas dari Allah swt dan Rasul-Nya.
Dalam ibadah, sangat penting untuk diketahui apakah ada suruhan atau contoh tatacara, atau aturan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Apabila hal itu tidak ada, maka tidakan yang kita lakukan dalam ibadah itu akan jatuh kepada bid’ah dan setiap perbuatah bid’ah adalah sesat (dhalalah).

B.     AYAT-AYAT MUAMALAH
Dalam melakukan perniagaan, Allah SWT. Juga telah mengatur adab yang perlu  dipatuhi dalam perdagangan, dimana apabila telah datang waktunya untuk beribadah, aktivitas perdagangan perlu ditinggalkan untuk beribadah kepada Allah SWT seperti firman Allah SWT yang berbunyi sebagai berikut:
#sŒÎ)ur (#÷rr&u ¸ot»pgÏB ÷rr& #·qølm; (#þqÒxÿR$# $pköŽs9Î) x8qä.ts?ur $VJͬ!$s% 4 ö@è% $tB yZÏã «!$# ׎öyz z`ÏiB Èqôg¯=9$# z`ÏBur Íot»yfÏnF9$# 4 ª!$#ur çŽöyz tûüÏ%꧍9$# ÇÊÊÈ  

Artinya “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.” (Q.S. Al-Jumu’ah: 11).

Dan dalam ayat lain seperti surat An-Nur: 37, dijelaskan bagaimana orang tidak lalai dalam mengingat Allah SWT hanya karena perniagaan dan jual beli.
×A%y`Í žw öNÍkŽÎgù=è? ×ot»pgÏB Ÿwur ììøt/ `tã ̍ø.ÏŒ «!$# ÏQ$s%Î)ur Ío4qn=¢Á9$# Ïä!$tGƒÎ)ur Ío4qx.¨9$#   tbqèù$sƒs $YBöqtƒ Ü=¯=s)tGs? ÏmŠÏù ÛUqè=à)ø9$# ㍻|Áö/F{$#ur ÇÌÐÈ  

Artinya  “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (Q.S. An-Nur: 37).

C.    PENGERTIAN IBADAH
Pengertian ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta  tunduk. Sedangkan menurut Syara’ (terminology), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Ibadah adalah taat kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
2.      Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang  paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3.      Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah Azza Wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang dhahir maupun yang bathil. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap.

D.    AYAT-AYAT IBADAH
Adapun ayat-ayat  ibadah adalah sebagai berikut, seperti dibawah ini:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ   !$tB ߃Íé& Nåk÷]ÏB `ÏiB 5-øÍh !$tBur ߃Íé& br& ÈbqßJÏèôÜムÇÎÐÈ   ¨bÎ) ©!$# uqèd ä-#¨§9$# rèŒ Ío§qà)ø9$# ßûüÏGyJø9$# ÇÎÑÈ  

Artinya “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 56-58).
(#ÿräsƒªB$# öNèdu$t6ômr& öNßguZ»t6÷dâur $\/$t/ör& `ÏiB Âcrߊ «!$# yxÅ¡yJø9$#ur šÆö/$# zNtƒötB !$tBur (#ÿrãÏBé& žwÎ) (#ÿrßç6÷èuÏ9 $Yg»s9Î) #YÏmºur ( Hw tm»s9Î) žwÎ) uqèd 4 ¼çmoY»ysö7ß $£Jtã šcqà2̍ô±ç ÇÌÊÈ  

Artinya  “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. At-Taubah: 31).


$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=à2 `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%yu (#rãä3ô©$#ur ¬! bÎ) óOçFZà2 çn$­ƒÎ) šcrßç7÷ès? ÇÊÐËÈ  

Artinya “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.S. Al-Baqarah: 172).










BAB III
KESIMPULAN



Dari pembahasan makalah diatas, maka dapat  saya simpulkan bahwa  dalam ayat-ayat muamalah ini manusia tidak terlepas dengan ibabadah, seperti puasa, zakat, haji,  dan shalat baik sholat wajib lima waktu maupun sholat sunnah yang dikerjakan sesudah dan sebelum sholat wajib.
Sedangkan masalah mu’amalah (hubungan kita dengan sesama manusia dan lingkungan), masalah-masalah dunia, seperti makan dan minum, pendidikan, organisasi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan pada prinsip selama tidak ada larangan yang tegas dari Allah swt dan Rasul-Nya.


Share this article :

0 komentar:

 
Support : MP3Soim | Jasa Desain Blog | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. MUHAMMAD IBNU SOIM - All Rights Reserved
Template Design by Jasa Desain Blog Thanks To Mas Template